Selasa, 03 April 2012

ANALISIS BUTIR SOAL PILIHAN GANDA dan EXCEL

Kegiatan menganalisis butir soal merupakan suatu kegiatan yang dilakukan guru untuk meningkatkan mutu soal yang telah ditulis. Kegiatan ini merupakan proses pengumpulan, peringkasan, dan penggunaan informasi dari jawaban siswa untuk membuat keputusan tentang setiap penilaian (Nitko, 1996: 308). Di samping itu, tujuan analisis butir soal juga untuk membantu meningkatkan tes melalui revisi atau membuang soal yang tidak efektif, serta untuk mengetahui informasi diagnostik pada siswa apakah mereka sudah/belum memahami materi yang telah diajarkan (Aiken, 1994: 63). Soal yang bermutu adalah soal yang dapat memberikan informasi setepat‐tepatnya sesuai dengan tujuannya diantaranya dapat menentukan peserta didik mana yang sudah atau belum menguasai materi yang diajarkan guru.
Dalam tulisan ini akan dipaparkan bagaimana menganalisis butir soal secara statistik/kuantitatif dengan menggunakan software Microsoft Exel dan program pengkoreksi LJK. Analisis butir soal dapat saja dilakukan secara manual, namun tentunya akan tidak efisien.

Langkah-Langkah Analisa
1. Menghitung Tingkat Kesukaran
Tingkat kesukaran soal adalah peluang untuk menjawab benar suatu soal pada tingkat kemampuan tertentu yang biasanya dinyatakan dalam bentuk indeks. Indeks tingkat kesukaran ini pada umumnya dinyatakan dalam bentuk proporsi yang besarnya berkisar 0,00 ‐ 1,00 (Aiken (1994: 66). Tingkat kesukaran butir soal memiliki 2 kegunaan, yaitu kegunaan bagi guru dan kegunaan bagi pengujian dan pengajaran (Nitko, 1996: 310‐313). Kegunaan bagi guru adalah:
(1) sebagai pengenalan konsep terhadap pembelajaran ulang dan memberi masukan kepada siswa tentang hasil belajar mereka,
(2) memperoleh informasi tentang penekanan kurikulum atau mencurigai terhadap butir soal yang bias.
Adapun kegunaannya bagi pengujian dan pengajaran adalah: (a) pengenalan konsep yang diperlukan untuk diajarkan ulang, (b) tanda‐tanda terhadap kelebihan dan kelemahan pada kurikulum sekolah, (c) memberi masukan kepada siswa, (d) tanda-tanda kemungkinan adanya butir soal yang bias, (e) merakit tes yang memiliki ketepatan data soal.

2. Menghitung Daya Pembeda
Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu butir soal dapat membedakan antara warga belajar/siswa yang telah menguasai materi yang ditanyakan dan warga belajar/siswa yang tidak/kurang/belum menguasai materi yang ditanyakan.

3. Menghitung Penyebaran (distribusi) jawaban
Penyebaran pilihan jawaban dijadikan dasar dalam penelaahan soal. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui berfungsi tidaknya jawaban yang tersedia. Suatu pilihan jawaban (pengecoh) dapat dikatakan berfungsi apabila pengecoh:
1) paling tidak dipilih oleh 5 % peserta tes/siswa,
2) lebih banyak dipilih oleh kelompok siswa yang belum paham materi.

4. Menghitung Reliabilitas Instrumen Tes
Tujuan utama menghitung reliabilitas skor tes adalah untuk mengetahui tingkat keajegan (consistency) tes.
Indeks reliabilitas berkisar antara 0 ‐ 1. Semakin tinggi koefisien reliabilitas suatu tes (mendekati 1), makin tinggi pula keajegan/ketepatannya. Dalam hal ini  untuk mengetahui koefisien reliabilitas tes soal bentuk pilihan ganda uji statistik yang digunakan adalah Kuder Richadson 20 (KR‐20).

Format excel untuk Analisis butir soal pilihan ganda dan rumus yang digunakan dapat di unduh pada link ini
http://www.ziddu.com/download/19046456/Analisisbutirsoal11-12.xlsx.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar